MEDIA ONLINE SIDIKUTAMA.MY.ID SELAMAT ULANG TAHUN KE 3 17 AGUSTUS 2026 - SIDIKUTAMA.MY.ID | BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA | MEDIA TV 📺 ONLINE Polres Demak Dorong Literasi Digital Pelajar Lewat Kompetisi Konten AI

Polres Demak Dorong Literasi Digital Pelajar Lewat Kompetisi Konten AI


DEMAK || Sidikutama.my.id - Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai dimanfaatkan Polres Demak sebagai medium edukasi sekaligus kampanye pencegahan kriminalitas di kalangan pelajar. Sebanyak 97 tim dengan total 291 pelajar dilibatkan dalam Lomba Konten Kreator Video AI Pelajar Demak bertema “Pelajar Demak Anti Kriminalitas”.

Kompetisi tersebut digelar di Aula Wicaksana Laghawa Polres Demak, Jumat (14/8/2026). Para peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Demak ditantang mengemas pesan antikriminalitas melalui karya video berbasis AI.

Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengatakan perkembangan AI telah mengubah cara generasi muda belajar, berkomunikasi, berkreasi, sekaligus menyampaikan gagasan. Perkembangan tersebut, menurut dia, perlu diimbangi dengan literasi digital, etika, dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi.

“AI tidak cukup dipandang hanya sebagai kemajuan teknologi, tetapi perlu diarahkan menjadi instrumen strategis untuk memperkuat pendidikan, literasi digital, pencegahan kriminalitas, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Samel.

Menurut dia, kepolisian perlu menyesuaikan pola komunikasi dengan karakter generasi muda yang semakin dekat dengan teknologi digital. Karena itu, Polres Demak tidak hanya melakukan pendekatan konvensional, tetapi juga mendorong pemanfaatan teknologi sebagai sarana edukasi.

Samel mengatakan Polres Demak telah menyiapkan sejumlah personel yang kompeten dan tersertifikasi sebagai trainer AI. Pelatihan mengenai pemanfaatan AI juga telah diberikan di sejumlah sekolah di Kabupaten Demak.

“Upaya menjaga Kamtibmas juga harus terus berkembang dengan pola komunikasi yang inovatif, edukatif, dan relevan dengan karakter generasi muda,” ujarnya.

Konten Jadi Sarana Kampanye Antikriminalitas

Samel menilai ruang digital memiliki pengaruh besar terhadap cara masyarakat, terutama generasi muda, menerima dan mengolah informasi. Konten yang beredar di media digital tidak lagi sekadar menjadi hiburan, tetapi dapat membentuk persepsi dan memengaruhi perilaku.

Karena itu, para peserta diarahkan membuat konten yang mampu mengajak sesama pelajar menjauhi berbagai bentuk kriminalitas. Isu yang diangkat antara lain tawuran, perundungan, narkoba, judi online, kekerasan, balap liar, dan penyebaran hoaks.

“Di ruang digital saat ini, sebuah konten tidak sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi mampu membentuk persepsi, memengaruhi sikap, bahkan mendorong perilaku. Karena itu, setiap karya yang kalian hasilkan memiliki daya pengaruh sekaligus tanggung jawab moral terhadap pesan yang disampaikan kepada publik,” kata Samel.

Menurutnya, kreativitas pelajar perlu diarahkan menjadi kekuatan positif dalam membangun kesadaran di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

AI Membantu Kreativitas, Bukan Menggantikan Ide

Narasumber sekaligus juri dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Fiskal Purbawan, memberikan pembekalan mengenai penggunaan AI secara bijak dan kreatif.

Fiskal mengatakan teknologi AI dapat dimanfaatkan dalam berbagai tahapan produksi konten. Pelajar dapat menggunakannya untuk mencari ide, menyusun konsep dan naskah, membuat visual serta animasi, menghasilkan suara, hingga membantu proses penyuntingan video.

Namun, kemudahan teknologi tersebut tidak semestinya menghilangkan kreativitas pembuatnya.

Menurut Fiskal, ide, orisinalitas, dan karakter pembuat konten tetap menjadi bagian penting dalam menghasilkan karya yang berkualitas. AI seharusnya menjadi alat bantu untuk memperkuat kreativitas, bukan sekadar jalan pintas menghasilkan karya.

Penilaian lomba meliputi kekuatan ide, kreativitas dan orisinalitas, kesesuaian tema, kualitas gambar dan suara, alur cerita, kemampuan menyampaikan pesan, pemanfaatan AI, serta nilai edukasi bagi masyarakat.

Di sisi lain, Fiskal mengingatkan pelajar mengenai potensi penyalahgunaan AI. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk membuat deepfake, memanipulasi foto dan video, menyebarkan hoaks, melakukan penipuan digital, memalsukan identitas, hingga menghasilkan konten yang berpotensi menimbulkan keresahan.

Karena itu, pelajar diminta tidak langsung mempercayai setiap informasi atau konten yang dihasilkan maupun dimanipulasi menggunakan AI.

“Saring sebelum sharing. Pastikan konten benar, bermanfaat, tidak melanggar aturan, serta tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Fiskal.

SMA Negeri 1 Demak Raih Juara Pertama

Dari hasil penilaian juri, tim CONTINUE#404 dari SMA Negeri 1 Demak keluar sebagai juara pertama. Tim yang beranggotakan Rajwa Rafie Naufalandri, Azka Aulia F, dan Hayyik Nur Fitra tersebut mengangkat tema “Anti Balap Liar”.

Posisi kedua diraih tim KICAU SMANDA dari SMA Negeri 2 Demak melalui karya bertema “Anti Tawuran”. Tim tersebut terdiri atas Farchan Tata Buwana, M. Habiburrahman Abrisam Afham, dan Lutfi Aditya Putra.

Juara ketiga diraih tim SUDIRA dari SMAN 1 Dempet dengan tema “Anti Pergaulan Bebas”. Anggotanya yakni Muhammad Nurseto Sugiharto, Karina Kartikasari, dan Tya Ristyana.

Adapun juara harapan pertama diraih tim KRIUKK dari SMK Garuda Nusantara Karangawen Demak dengan tema “Anti Tawuran”. Juara harapan kedua diraih tim TRIEL dari SMK NU Raudlatul Ulum melalui tema “Anti Judi”.

Sementara juara harapan ketiga diraih tim MANU DEMAK IDOLAKU #1 dari MA NU Demak dengan tema “Anti Hoaks”.

Penyerahan hadiah menjadi bentuk apresiasi Polres Demak terhadap kreativitas pelajar yang mampu memanfaatkan teknologi AI untuk menyampaikan pesan edukatif dan positif.

Samel berharap pengalaman peserta dalam kompetisi tersebut tidak berhenti setelah perlombaan berakhir. Kemampuan menggunakan AI, menurut dia, dapat terus dikembangkan untuk mendukung pendidikan, kreativitas, kewirausahaan, maupun kegiatan sosial.

“Saya ingin pelajar Demak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu tampil sebagai generasi yang memahami teknologi, menguasai ruang digital, sekaligus memiliki keberanian untuk mengarahkannya kepada hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Samel.

Kompetisi tersebut sekaligus menjadi upaya mempertemukan kreativitas generasi muda dengan agenda pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Melalui konten digital, pesan pencegahan kriminalitas diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pelajar dengan bahasa dan medium yang dekat dengan kehidupan mereka.

(Ganang)

Lebih baru Lebih lama

MEDIA ONLINE TERUPDATE DAN TERPERCAYA