DEMAK || Terik matahari yang membakar Desa Sedo, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, selama beberapa pekan terakhir perlahan sirna. Bukan karena hujan yang turun, melainkan karena kedatangan enam tangki besar berisi air bersih yang membawa harapan baru bagi warga yang tengah berjuang melawan kekeringan.
Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jawa Tengah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Sedo, Jumat (18/9/2026). Sebanyak 51.000 liter air bersih mengalir ke rumah-rumah warga, menjadi oase di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.
Bantuan ini bukan sekadar kegiatan rutin. Ia menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Propam Polri — sebuah momen refleksi bahwa pengabdian seorang anggota Polri tidak berhenti pada penegakan disiplin internal, tetapi juga menyentuh denyut kehidupan masyarakat kecil.
Kaur Binplin Subbid Provos Bidpropam Polda Jateng, Kompol Riwayat Sosianto, menuturkan bahwa bantuan tersebut lahir dari kepedulian mendalam terhadap warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.
"Di usia ke-24 ini, kami ingin turut meringankan beban masyarakat yang saat ini mengalami kekeringan. Dengan bantuan air bersih ini, semoga dapat mengurangi beban dan memenuhi kebutuhan warga," ujar Kompol Riwayat dengan nada hangat.
Enam tangki air yang dikerahkan bukan sekadar angka. Bagi warga Desa Sedo, setiap tetesnya berarti. Sumur-sumur yang mengering dan sumber air yang semakin sulit dijangkau membuat kehidupan sehari-hari terasa berat. Memasak, mandi, hingga memberi minum ternak menjadi perjuangan yang melelahkan.
Kompol Riwayat menegaskan, kegiatan sosial ini merupakan bagian dari komitmen Propam Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai penjaga integritas institusi, tetapi juga sebagai sahabat yang peduli.
"Bagi kami, senyuman warga adalah wujud nyata pengabdian. Propam Polri yang Presisi hadir untuk masyarakat dan mengabdi untuk negeri," katanya, menegaskan semangat Presisi - prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.
Di sudut desa, Agus Utomo (45), seorang warga, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, bantuan ini datang tepat waktu, ketika harapan mulai mengering bersama sumur-sumur di kampungnya.
"Terima kasih atas bantuan air bersih ini. Bantuan tersebut sangat membantu kami dan warga lainnya, terutama dalam memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat," ujar Agus, suaranya bergetar haru.
Kisah di Desa Sedo adalah potret kecil dari negeri yang sedang bergulat dengan musim kemarau panjang. Namun di tengah kesulitan itu, masih ada tangan-tangan yang terulur, membawa air, membawa harapan, dan membawa senyum yang kembali terbit di wajah-wajah yang lelah.
Di usia ke-24, Propam Polri membuktikan bahwa pengabdian sejati tidak selalu hadir dengan seragam dan senjata, tetapi juga dengan tangki air dan hati yang tulus untuk melayani.
(Ganang)
