MEDIA ONLINE SIDIKUTAMA.MY.ID SELAMAT ULANG TAHUN KE 3 17 AGUSTUS 2026 - SIDIKUTAMA.MY.ID | BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA | MEDIA TV 📺 ONLINE Santri Giri Kesumo Kekurangan Air, Polres Demak dan Wartawan Salurkan Empat Tangki

Santri Giri Kesumo Kekurangan Air, Polres Demak dan Wartawan Salurkan Empat Tangki


DEMAK || Keterbatasan pasokan air bersih yang dialami Pondok Pesantren Giri Kesumo, Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mendapat perhatian Polres Demak bersama insan pers. Sebanyak empat tangki air bersih disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan para santri.

Bantuan tersebut disalurkan Polres Demak bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Demak dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Muria Raya, Jumat (11/9/2026).

Keterbatasan air di pesantren terjadi setelah sejumlah sumber air yang selama ini menjadi penopang kebutuhan pondok mengalami penurunan debit. Kondisi tersebut berlangsung sekitar tiga minggu hingga satu bulan.

Kasat Reskrim Polres Demak AKP Arlan Budi Kusuma mengatakan, penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian sekaligus hasil kolaborasi kepolisian dengan insan pers dalam merespons kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, informasi mengenai kondisi Pondok Pesantren Giri Kesumo yang mengalami keterbatasan pasokan air menjadi dasar bagi Polres Demak bersama wartawan untuk menyalurkan bantuan.

“Kolaborasi, kerja sama, dan komunikasi antara Polres Demak dengan insan pers ini semoga dapat terus berjalan secara berkelanjutan sehingga bisa membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Arlan.

Ia mengatakan, air bersih merupakan kebutuhan dasar, terlebih bagi lingkungan pesantren yang dihuni banyak santri. Air diperlukan untuk berbagai aktivitas sehari-hari, seperti mandi, mencuci, hingga menunjang kebutuhan ibadah.

Meski pasokan air terbatas, pengelola pesantren memastikan kondisi tersebut belum mengganggu pelaksanaan ibadah. Kebutuhan air untuk wudu masih dapat dipenuhi sehingga para santri belum harus melakukan tayamum.

Arlan berharap bantuan empat tangki air tersebut dapat meringankan beban pengelola pesantren dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari para santri selama pasokan dari sumber air belum kembali normal.

“Kami akan berupaya melakukan kegiatan seperti ini secara berkelanjutan untuk membantu masyarakat, khususnya ketika menghadapi kekurangan air bersih,” ujarnya.

Selain persoalan ketersediaan air, Arlan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Kondisi kering tidak hanya berpotensi menyebabkan kekurangan air bersih, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Pengasuh Pondok Pesantren Giri Kesumo, Gus Hanif Maimun, mengatakan penurunan debit sumber air mulai dirasakan dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah sumber bahkan tidak lagi mampu mengalirkan air hingga ke lingkungan pondok.

Akibatnya, pengelola pesantren harus mendatangkan air menggunakan tangki untuk mencukupi kebutuhan para santri.

Menurut Gus Hanif, keterbatasan air paling terasa pada aktivitas sehari-hari. Penggunaan air untuk mandi harus dikurangi. Kebutuhan mencuci serta pelayanan logistik pondok yang membutuhkan air dalam jumlah cukup besar juga ikut terdampak.

“Kemarin yang agak terkendali itu kebutuhan mencuci dan pelayanan logistik pondok karena memang membutuhkan air cukup banyak. Kalau untuk ibadah, alhamdulillah masih bisa ter-cover dan belum sampai tayamum,” kata Gus Hanif.

Ia menuturkan, kondisi sejumlah sumber air saat ini mulai menunjukkan perbaikan. Namun, pengelola masih harus mengatur distribusi air secara cermat karena kebutuhan mencakup pondok putra, pondok putri, serta sejumlah lembaga pendidikan yang berada di lingkungan pesantren.

Karena itu, bantuan air bersih tersebut dinilai membantu menjaga ketersediaan air selama sumber-sumber yang ada belum sepenuhnya pulih.

“Harapannya bantuan air seperti ini bisa semakin menjangkau dan menutup kebutuhan para santri serta kegiatan yang ada di pondok,” ujar Gus Hanif.

(Ganang)
Lebih baru Lebih lama

MEDIA ONLINE TERUPDATE DAN TERPERCAYA