SRAGEN || Upaya percepatan penurunan angka stunting terus digencarkan di tingkat desa. Babinsa Desa Pungsari Koramil 20/Plupuh Kodim 0725/Sragen Sertu Lilik Y bersama rekan anggota Babinsa, terjun langsung mendampingi bidan desa melakukan pendataan anak berisiko stunting secara door-to-door di Dukuh Tanjungsari, RT 07, Desa Pungsari, Kecamatan Plupuh, Senin (27/10/2026).
Langkah sinergis ini merupakan bagian dari komitmen nyata TNI AD dalam membantu pemerintah daerah mengawal program kesehatan masyarakat, khususnya penanganan gizi buruk dan stunting sejak dini.
Dalam kegiatan pembinaan teritorial (puanter) tersebut, Sertu Lilik bersama rekan-rekan Babinsa tidak hanya bertindak sebagai pengamanan, tetapi juga turun tangan mendampingi Ibu Ranti, selaku kader bidan desa setempat. Pendataan dilakukan langsung ke lapangan guna memastikan validitas data jumlah anak stunting maupun balita yang memerlukan perhatian khusus di wilayah RT 07 Dukuh Tanjungsari.
Sertu Lilik mengungkapkan, keterlibatan Babinsa dalam pendataan ini sangat penting agar data yang terkumpul akurat dan tepat sasaran. Dengan data yang valid, intervensi penanganan maupun pemberian bantuan gizi dari pemerintah dapat disalurkan secara maksimal kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan.
"Sebagai aparat kewilayahan, sudah kewajiban kami untuk hadir dan membantu setiap program pemerintah di desa binaan. Pendataan anak stunting ini adalah langkah awal yang krusial agar penanganan kesehatan anak-anak kita bisa terukur dan tuntas," ujar Sertu Lilik di sela-sela kegiatan.
Kehadiran Sertu Lilik yang akrab dengan warga ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat serta kader kesehatan setempat. Ibu Ranti selaku bidan desa mengapresiasi tinggi kepedulian dan pendampingan aktif dari Koramil 20/Plupuh. Menurutnya, sinergi antara tenaga medis desa dan TNI memberikan rasa aman sekaligus memudahkan koordinasi di lapangan saat menghadapi warga.
Melalui kegiatan pembinaan teritorial ini, Koramil 20/Plupuh berharap kesadaran masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak semakin meningkat. Upaya preventif seperti penimbangan rutin, pemberian vitamin, serta penyuluhan gizi akan terus dikawal bersama demi mencetak generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di wilayah.
(Ihwan)
