MEDIA ONLINE SIDIKUTAMA.MY.ID SELAMAT ULANG TAHUN KE 3 17 AGUSTUS 2026 - SIDIKUTAMA.MY.ID | BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA | MEDIA TV 📺 ONLINE 18 Tahun Vakum, Kota Tegal Akhirnya Miliki Rumah Sakit Swasta Baru, Perkuat Layanan Kesehatan Pantura Barat

18 Tahun Vakum, Kota Tegal Akhirnya Miliki Rumah Sakit Swasta Baru, Perkuat Layanan Kesehatan Pantura Barat


TEGAL || sidikutama.my.id - Setelah hampir 18 tahun tidak memiliki penambahan rumah sakit swasta, Kota Tegal akhirnya kembali mendapat investasi di sektor kesehatan. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan Rumah Sakit Harapan Sehat Kota Tegal, Selasa (21/7/2026), sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan sekaligus memperluas akses pelayanan bagi masyarakat di kawasan Pantai Utara (Pantura) Barat.

Kehadiran rumah sakit tersebut menjadi tonggak penting bagi pengembangan layanan kesehatan di Kota Tegal yang selama ini berperan sebagai daerah rujukan bagi masyarakat dari Kabupaten Tegal, Brebes, Pemalang, hingga wilayah Cirebon.

Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi mengapresiasi investasi yang dilakukan PT Ati Sri Subekti Sehat. Menurutnya, pembangunan rumah sakit bukan hanya aktivitas bisnis, melainkan bentuk nyata kontribusi dunia usaha dalam memenuhi hak dasar masyarakat.

"Sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Terima kasih karena telah berkontribusi meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat," ujar Luthfi.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat sistem pelayanan kesehatan hingga ke pelosok desa. Salah satunya melalui Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang telah menjangkau sekitar 1.100 desa dan memberikan layanan kesehatan gratis kepada hampir sembilan juta warga, terutama masyarakat miskin ekstrem.

Menurut Luthfi, hadirnya Rumah Sakit Harapan Sehat akan melengkapi ekosistem pelayanan kesehatan di Jawa Tengah melalui penambahan fasilitas, tenaga kesehatan, hingga dokter spesialis yang selama ini masih terbatas di sejumlah wilayah.

"Selama ini masyarakat desa masih banyak yang belum mendapatkan akses layanan dokter spesialis. Kehadiran rumah sakit ini akan menambah fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, tenaga medis, sekaligus dokter spesialis," katanya.

Direktur Rumah Sakit Harapan Sehat Kota Tegal, Husen Al Rasyid, mengatakan rumah sakit tipe C tersebut dibangun dengan komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang bermutu, aman, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Pada tahap awal operasional, rumah sakit menyediakan layanan poliklinik kebidanan dan kandungan, kesehatan anak, penyakit dalam, bedah, serta pelayanan dokter umum. Selain itu tersedia Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam, instalasi bedah sentral, kamar bersalin, ruang perawatan bayi, layanan rawat inap, Intensive Care Unit (ICU), serta fasilitas penunjang seperti laboratorium, radiologi, farmasi, dan instalasi gizi.

"Seluruh pelayanan didukung tenaga kesehatan yang kompeten serta sarana dan prasarana yang memadai sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," ujar Husen.

Sementara itu, CEO Rumah Sakit Harapan Sehat, Muhadi Setia Budi, menjelaskan pembangunan rumah sakit didorong oleh meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan di Kota Tegal yang menjadi pusat rujukan regional di kawasan Pantura Barat.

Ia mengatakan Rumah Sakit Harapan Sehat merupakan rumah sakit keenam yang dikembangkan perusahaannya sekaligus menjadi rumah sakit swasta baru pertama yang berdiri di Kota Tegal dalam kurun sekitar 18 tahun, sejak beroperasinya Rumah Sakit Mitra Keluarga pada 2008.

"Kami berharap Rumah Sakit Harapan Sehat menjadi pilihan utama masyarakat dan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, cepat, dan terpercaya," kata Muhadi.

Pembangunan rumah sakit tersebut berlangsung sekitar dua setengah tahun, mulai dari proses pembebasan lahan hingga penyelesaian konstruksi.

Dengan beroperasinya Rumah Sakit Harapan Sehat, kapasitas pelayanan kesehatan di Kota Tegal diproyeksikan semakin meningkat. Kehadirannya tidak hanya memperluas pilihan layanan medis bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat sistem rujukan regional serta mendukung pemerataan akses layanan kesehatan di Jawa Tengah, khususnya di wilayah Pantura Barat.

(Ganang)

Lebih baru Lebih lama

MEDIA ONLINE TERUPDATE DAN TERPERCAYA