MEDIA ONLINE SIDIKUTAMA.MY.ID SELAMAT ULANG TAHUN KE 3 17 AGUSTUS 2026 - SIDIKUTAMA.MY.ID | BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA | MEDIA TV 📺 ONLINE Ahmad Luthfi Ajak BEM SI Bersinergi, Mahasiswa Didorong Jadi Motor Penggerak Pembangunan Daerah

Ahmad Luthfi Ajak BEM SI Bersinergi, Mahasiswa Didorong Jadi Motor Penggerak Pembangunan Daerah


SEMARANG || sidikutama.my.id - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak mahasiswa mengambil peran yang lebih strategis dalam pembangunan daerah. Di hadapan ratusan peserta Musyawarah Nasional (Munas) XIX Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), ia menegaskan mahasiswa tidak cukup hanya dikenal sebagai agent of change, tetapi juga harus menjadi mitra pemerintah dalam merumuskan solusi, mengawal kebijakan, dan mempercepat pembangunan yang berdampak bagi masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Munas XIX BEM SI di Politeknik Negeri Semarang (Polines), Senin (27/7/2026). Forum nasional yang berlangsung selama sepekan itu diikuti perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

"Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi agent of change, tetapi juga menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus menyalurkan energi, intelektualitas, dan idealismenya untuk ikut membangun daerah," kata Ahmad Luthfi usai membuka Munas.

Menurut Luthfi, tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks sehingga tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata. Diperlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai sumber gagasan, inovasi, sekaligus mitra kritis yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan.

"Mahasiswa adalah aset bangsa sekaligus aset daerah. Potensi yang dimiliki harus diarahkan untuk melahirkan inovasi dan solusi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat," tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen membangun kolaborasi dengan kalangan akademik, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menjalin nota kesepahaman dengan 77 rektor perguruan tinggi negeri maupun swasta. Kemitraan tersebut diwujudkan melalui berbagai program, di antaranya Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, hilirisasi hasil riset dan inovasi kampus, pendampingan masyarakat, hingga pelibatan akademisi dalam penyusunan kebijakan pembangunan berbasis data dan kajian ilmiah.

Luthfi juga menekankan pentingnya menyinergikan dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Menurutnya, derasnya arus investasi yang masuk ke Jawa Tengah harus diiringi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten agar manfaat investasi dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja yang berkualitas.

Sepanjang 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai sekitar Rp110 triliun dengan penyerapan tenaga kerja hampir 450 ribu orang. Sementara pada Semester I 2026, nilai investasi telah mencapai Rp48,5 triliun dan menyerap hampir 213 ribu tenaga kerja.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat pendidikan vokasi melalui pengembangan SMK unggulan, politeknik, serta Balai Latihan Kerja (BLK). Langkah ini dilakukan agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

"Kita punya SMK unggulan, kita punya politeknik, kita punya BLK yang disiapkan agar kebutuhan tenaga kerja di Jawa Tengah dapat terpenuhi," ujarnya dalam kegiatan yang turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Sementara itu, Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan, mengatakan Munas XIX menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat konsolidasi organisasi mahasiswa, sekaligus merumuskan sikap bersama dalam menyikapi berbagai isu strategis nasional.

Menurutnya, di tengah dinamika geopolitik global dan tantangan kebangsaan yang semakin kompleks, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta berkontribusi melalui gagasan yang konstruktif.

"Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara di tengah kondisi geopolitik global saat ini," ujar Muzammil.

Melalui Munas XIX BEM SI, diharapkan lahir berbagai rekomendasi strategis, inovasi, dan gagasan dari kalangan mahasiswa yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam mempercepat pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

(Ganang)

Lebih baru Lebih lama

MEDIA ONLINE TERUPDATE DAN TERPERCAYA