MEDIA ONLINE SIDIKUTAMA.MY.ID SELAMAT ULANG TAHUN KE 3 17 AGUSTUS 2026 - SIDIKUTAMA.MY.ID | BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA | MEDIA TV 📺 ONLINE Peternakan Sapi Perah Terbesar di Indonesia Mulai Dibangun di Jateng, Investasi Rp1,2 Triliun Perkuat Swasembada Susu Nasional

Peternakan Sapi Perah Terbesar di Indonesia Mulai Dibangun di Jateng, Investasi Rp1,2 Triliun Perkuat Swasembada Susu Nasional


BREBES || sidikutama.my.id - Jawa Tengah bersiap menjadi salah satu pusat industri susu nasional. Peternakan sapi perah terintegrasi terbesar di Indonesia mulai dibangun di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, melalui investasi senilai Rp1,2 triliun. Proyek berkapasitas 30.000 ekor sapi perah itu diproyeksikan memproduksi 180.000 ton susu segar per tahun, sekaligus menjadi motor penggerak swasembada susu nasional dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Pembangunan peternakan terpadu milik PT Global Dairi Bersama ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Senin (20/7/2026). Acara tersebut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, serta CEO Saviora Group Ihsan Mulia Putri.

Berdiri di atas lahan seluas 710 hektare, kawasan ini dirancang sebagai pusat peternakan modern yang terintegrasi. Selain kandang sapi perah, kawasan tersebut akan dilengkapi fasilitas pengolahan susu, instalasi pengolahan limbah menjadi biogas dan pupuk organik, hingga sentra produksi hijauan serta pakan ternak. Konsep tersebut menjadikannya sebagai kawasan peternakan sapi perah terintegrasi terbesar di Indonesia, bahkan diklaim terbesar di Asia Tenggara.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, investasi strategis tersebut akan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu sentra produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

"Ini merupakan peternakan dan pabrik susu terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Jawa Tengah akan semakin kuat menuju swasembada susu dengan dukungan penuh dari Kementerian Pertanian," kata Luthfi.

Data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat, populasi sapi perah di wilayah tersebut saat ini mencapai sekitar 77.566 ekor dengan produksi susu sekitar 78.465 ton per tahun. Sementara kebutuhan susu masyarakat telah mencapai 94.730 ton per tahun, sehingga sebagian masih dipenuhi dari provinsi lain.

Menurut Luthfi, beroperasinya proyek tersebut akan mengubah peta produksi susu di Jawa Tengah secara signifikan.

"Selama ini kita masih kekurangan sekitar 22 ribu ton susu setiap tahun. Ketika investasi ini mulai beroperasi, kebutuhan Jawa Tengah bukan hanya terpenuhi, tetapi berpotensi mengalami surplus," ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan peternakan modern tersebut juga menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Jawa Tengah. Kemudahan perizinan, stabilitas daerah, serta ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif dinilai menjadi faktor utama yang menarik investasi berskala besar masuk ke provinsi ini.

"Jawa Tengah kini menjadi salah satu tujuan utama investasi nasional, baik industri padat karya maupun padat modal. Proyek ini tidak hanya menghadirkan investasi besar, tetapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar," tutur Luthfi.

CEO Saviora Group, Ihsan Mulia Putri, menjelaskan Brebes dipilih karena memiliki potensi agraris yang kuat, didukung sumber daya manusia yang memadai serta komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Menurutnya, kapasitas produksi sekitar 180.000 ton susu segar per tahun akan menempatkan Jawa Tengah sebagai produsen susu terbesar kedua di Indonesia.

Perusahaan juga akan mengembangkan kemitraan dengan masyarakat melalui tiga skema utama, yakni pengembangan usaha sapi pedaging, pemberdayaan peternak sapi perah rakyat, serta kemitraan penyediaan hijauan dan pakan ternak.

"Kami ingin membangun ekosistem industri susu yang mandiri, berdaya saing, dan memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat pedesaan melalui pola kemitraan yang berkelanjutan," ujar Ihsan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pembangunan peternakan tersebut merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat produksi susu dalam negeri dan menekan ketergantungan terhadap impor.

Berdasarkan proyeksi Kementerian Pertanian, kebutuhan susu nasional pada 2026 mencapai sekitar 8,32 juta ton, sementara produksi dalam negeri baru sekitar 2,9 juta ton atau hanya mampu memenuhi sekitar 35 persen kebutuhan nasional.

"Saat ini impor susu masih mencapai sekitar 82 persen. Arahan Presiden Prabowo Subianto sangat jelas, selama peternak dalam negeri mampu memproduksi, kebutuhan nasional harus dipenuhi dari produksi sendiri," kata Amran.

Ia optimistis Jawa Tengah dapat berkembang menjadi salah satu lumbung susu nasional dengan kontribusi sekitar 20 persen terhadap kebutuhan susu nasional.

"Target tersebut hanya bisa dicapai melalui kolaborasi pemerintah, peternak, koperasi, dan sektor swasta. Pemerintah akan terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada peternak agar swasembada susu dapat segera terwujud," pungkasnya.

(Ganang)

Lebih baru Lebih lama

MEDIA ONLINE TERUPDATE DAN TERPERCAYA