MEDIA ONLINE SIDIKUTAMA.MY.ID SELAMAT ULANG TAHUN KE 3 17 AGUSTUS 2026 - SIDIKUTAMA.MY.ID | BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA | MEDIA TV 📺 ONLINE Festival Arak-arakan Cheng Ho 2026 Perkuat Akulturasi Budaya dan Pariwisata Semarang

Festival Arak-arakan Cheng Ho 2026 Perkuat Akulturasi Budaya dan Pariwisata Semarang


SEMARANG || sidikutama.my.id - Festival Arak-arakan Cheng Ho 2026 kembali digelar di Kota Semarang, Jawa Tengah, 14–16 Agustus 2026. Festival yang menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 tersebut dipusatkan di Klenteng Agung Sam Po Kong dan menghadirkan perpaduan tradisi, sejarah, serta kebudayaan Jawa dan Tionghoa.

Sejumlah pejabat turut menghadiri rangkaian kegiatan, di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Plt. Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB), serta Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya.

Salah satu agenda utama festival adalah arak-arakan Kimsin dari Tay Kak Sie menuju Klenteng Agung Sam Po Kong. Prosesi tersebut menjadi simbol perjumpaan dan akulturasi budaya Jawa-Tionghoa yang telah berkembang dan menjadi bagian dari identitas sejarah Kota Semarang.

Selain memiliki nilai budaya dan spiritual, festival ini juga menjadi atraksi wisata yang memperkuat posisi Semarang sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Jawa Tengah. Kehadiran wisatawan dalam rangkaian kegiatan diharapkan turut memberikan efek berganda bagi pelaku usaha, UMKM, pekerja seni, serta masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Festival Arak-arakan Cheng Ho juga menunjukkan bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata. Tradisi yang dikemas dalam bentuk festival memiliki peluang untuk menjangkau generasi muda sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Semarang kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Ke depan, penyelenggaraan festival diharapkan terus dikembangkan dengan kemasan yang semakin atraktif, tanpa menghilangkan nilai historis dan makna budaya yang melekat di dalamnya. Perluasan jangkauan promosi dan penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan juga menjadi kunci agar festival mampu memberikan dampak lebih besar terhadap pelestarian budaya dan perekonomian masyarakat.

Merawat tradisi, memperkuat harmoni, menggerakkan pariwisata.

(Ganang)

Lebih baru Lebih lama

MEDIA ONLINE TERUPDATE DAN TERPERCAYA