MEDIA ONLINE SIDIKUTAMA.MY.ID SELAMAT ULANG TAHUN KE 3 17 AGUSTUS 2026 - SIDIKUTAMA.MY.ID | BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA | MEDIA TV 📺 ONLINE Hasil Akhir Diumumkan, 73 Santri dan Pengasuh Pesantren Lolos Beasiswa "Pesantren Obah" Jawa Tengah 2026

Hasil Akhir Diumumkan, 73 Santri dan Pengasuh Pesantren Lolos Beasiswa "Pesantren Obah" Jawa Tengah 2026


SEMARANG  || sidikutama.my.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi mengumumkan hasil akhir seleksi Program Beasiswa Pesantren "Pesantren Obah" Tahun 2026. Setelah melalui tahapan seleksi administrasi, akademik, dan wawancara, sebanyak 73 santri dan pengasuh pesantren dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa.

Pengumuman disampaikan pada Senin (3/8/2026) melalui media sosial resmi Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni).

LFSP merupakan lembaga yang dibentuk oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen untuk memfasilitasi dan menyelenggarakan seleksi program beasiswa bagi santri dan pengasuh pesantren.

Ketua LFSP Provinsi Jawa Tengah, Prof. Dr. KH. Hasyim Muhammad, M.Ag., menjelaskan bahwa sejak program dibuka pada 2025, sebanyak 942 santri dan pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Jawa Tengah mendaftar sebagai peserta.

"Seleksi dilakukan secara bertahap, mulai dari seleksi akademik hingga wawancara yang meliputi kemampuan membaca kitab kuning, hafalan Al-Qur'an, wawasan kepesantrenan, serta wawancara kebangsaan," ujar Hasyim, Senin (3/8/2026).

Dari total pendaftar tersebut, hanya 73 peserta yang berhasil lolos sebagai penerima beasiswa.

"Setelah melalui seluruh tahapan seleksi, sebanyak 73 peserta dinyatakan lolos. Nama-nama penerima telah diumumkan pada 3 Agustus 2026. Seluruh penerima merupakan santri dan pengasuh pesantren karena program ini memang dikhususkan bagi mereka," katanya.

Dari 73 penerima, 15 orang memperoleh beasiswa studi luar negeri jenjang S1, sedangkan 58 orang menerima beasiswa dalam negeri untuk jenjang S1, S2, dan S3.

Penerima beasiswa luar negeri akan melanjutkan studi di sejumlah perguruan tinggi di China, Universitas Al-Azhar Mesir, dan Universitas Al-Ahqaf Yaman.

Adapun rincian penerima beasiswa berdasarkan bidang studi meliputi:

S1 Kedokteran, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat: 6 orang;

S1 Pertanian: 1 orang;

S1 Sains dan Teknologi: 9 orang;

S1 Keislaman: 11 orang;

S2 Humaniora: 2 orang;

S2 Keislaman: 16 orang; serta

S3 Keislaman: 13 orang.

Guru Besar Bidang Ilmu Pemikiran Islam UIN Walisongo Semarang tersebut menjelaskan, penerima beasiswa luar negeri akan memperoleh pembiayaan yang mencakup biaya kuliah, visa, biaya hidup, asuransi kesehatan, hingga tiket pesawat pulang-pergi. Sementara itu, penerima beasiswa dalam negeri akan mendapatkan bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) setiap semester.

"Seluruh peserta yang dinyatakan lolos diminta segera menghubungi WhatsApp LFSP di nomor 0811-8000-6330 untuk proses koordinasi selanjutnya," ujarnya.

Menurut Hasyim, pelaksanaan beasiswa akan dimulai pada semester berjalan dengan menyesuaikan kalender akademik masing-masing perguruan tinggi yang telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Sementara itu, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mengatakan seluruh penerima beasiswa akan mengikuti kegiatan bimbingan teknis dan pembekalan sebelum memulai studi.

"Alhamdulillah seluruh tahapan program beasiswa santri dan pengasuh pesantren telah selesai. Insyaallah pada pertengahan Agustus para penerima akan kami kumpulkan untuk mendapatkan motivasi dan pembekalan agar dapat menjalani pendidikan dengan sungguh-sungguh," kata Taj Yasin usai menghadiri Rapat Koordinasi Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah di Horizon Ultima Sentraland Simpang Lima Semarang, Senin (3/8/2026).

Ia juga mendorong penerima beasiswa dalam negeri agar tetap aktif mengikuti perkuliahan secara langsung meskipun kampus menyediakan sistem pembelajaran daring. Setelah menyelesaikan pendidikan, para penerima diharapkan kembali ke pesantren masing-masing untuk mengabdikan ilmu yang telah diperoleh.

Menurut Taj Yasin, karena merupakan pelaksanaan perdana, program ini akan terus dievaluasi sebagai bahan penyempurnaan pada tahun-tahun berikutnya.

Program Beasiswa Pesantren merupakan implementasi dari Pesantren Obah, salah satu dari 11 program prioritas pasangan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren melalui akses pendidikan tinggi bagi santri dan pengasuh pesantren di Jawa Tengah.

(Ganang)

Lebih baru Lebih lama

MEDIA ONLINE TERUPDATE DAN TERPERCAYA