Pendekatan kepolisian kepada generasi muda tak melulu dilakukan melalui sosialisasi formal. Polres Demak memilih jalur yang lebih dekat dengan keseharian anak muda dengan menggelar bermain bersama (mabar) gim Free Fire di Aula Wicaksana Leghawa Polres Demak, Jumat, 21 Agustus 2026.
Sekitar 125 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung selama dua jam tersebut. Mayoritas peserta merupakan pelajar dan generasi muda dari Kabupaten Demak.
Kegiatan dihadiri Kasat Binmas Polres Demak AKP Tri Cipto Adi, Ketua E-Sport Demak Abdul Halim alias Faiz, KBO Sat Binmas Ipda Totok Ervianto, serta sejumlah anggota Sat Binmas Polres Demak.
Tidak sekadar pertandingan gim, kegiatan dikemas sebagai ruang interaksi antara polisi dan generasi muda. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa, dilanjutkan sambutan, pertandingan Free Fire, hingga foto bersama.
Panitia juga menyediakan apresiasi bagi peserta berupa doorprize 10.000 diamond Free Fire yang dibagikan kepada 10 peserta.
Kasat Binmas Polres Demak AKP Tri Cipto Adi mengatakan kegiatan tersebut merupakan gagasan Kapolres Demak untuk membuka ruang bagi generasi muda dalam menyalurkan minat dan bakat di bidang gim dan olahraga elektronik (e-sport).
Menurut Tri, perkembangan e-sport di kalangan anak muda perlu diarahkan agar tidak berhenti sebagai hiburan, tetapi dapat berkembang menjadi aktivitas yang positif dan produktif.
Kegiatan ini merupakan ide dari Kapolres Demak sebagai wadah penyaluran hobi generasi muda di bidang gim dan e-sport. Kami ingin memberikan ruang untuk hobi yang positif agar adik-adik tidak melakukan kegiatan yang negatif,” kata Tri.
Di balik pertandingan gim, Polres Demak juga menjadikan mabar tersebut sebagai sarana membangun komunikasi yang lebih cair dengan generasi muda.
Pendekatan semacam itu dinilai penting untuk menghilangkan jarak antara polisi dan anak muda. Dengan komunikasi yang terbangun sejak dini, kepolisian berharap kesadaran terhadap hukum, kedisiplinan, dan ketertiban dapat tumbuh tanpa pendekatan yang semata-mata bersifat formal.
“Harapannya, generasi muda semakin dekat dengan Polres Demak dan tidak takut dengan polisi maupun datang ke kantor polisi. Kami juga ingin melatih kedisiplinan dan ketertiban agar mereka tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum,” ujarnya.
Ketua E-Sport Demak Abdul Halim mengapresiasi inisiatif Polres Demak yang menjadikan e-sport sebagai medium untuk merangkul generasi muda.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada tingkat lokal, tetapi dapat dikembangkan menjadi ajang yang lebih besar hingga tingkat provinsi dan nasional.
Menurut Abdul, peserta juga perlu mulai membangun tim agar tidak hanya memiliki kemampuan bermain secara individu, tetapi juga mampu membangun kerja sama dan kekompakan sebagai sebuah tim.
“Kami berharap kegiatan ini bisa berkembang sampai tingkat provinsi dan nasional. Setelah dari Polres Demak, peserta bisa membuat tim masing-masing agar semakin kompak dan siap mengikuti turnamen,” kata Abdul.
Ia menekankan pentingnya sportivitas dalam setiap kompetisi e-sport. Kemampuan bermain, menurut dia, harus dibangun melalui latihan dan kerja sama, bukan dengan cara-cara curang.
“Mari kita junjung sportivitas dan jangan menggunakan cheat atau cara-cara curang,” ujarnya.
Bagi Polres Demak, mabar Free Fire menjadi salah satu cara membuka ruang komunikasi dengan generasi muda melalui aktivitas yang mereka minati. Dari ruang permainan itu, pesan tentang kedisiplinan, sportivitas, dan kepatuhan terhadap hukum diharapkan dapat disampaikan dengan pendekatan yang lebih dekat dan diterima anak muda.
(Ganang)
