MEDIA ONLINE SIDIKUTAMA.MY.ID SELAMAT ULANG TAHUN KE 3 17 AGUSTUS 2026 - SIDIKUTAMA.MY.ID | BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA | MEDIA TV 📺 ONLINE Polres Demak Dorong Pelajar Kritis Hadapi Ancaman Hoaks dan Deepfake

Polres Demak Dorong Pelajar Kritis Hadapi Ancaman Hoaks dan Deepfake


DEMAK || Kemajuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membuat produksi dan penyebaran informasi digital kian mudah. Namun, di balik kemudahan itu muncul persoalan baru: informasi palsu, manipulasi digital, hingga deepfake yang dapat membuat konten rekayasa tampak meyakinkan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Polres Demak. Kalangan pelajar dinilai perlu dibekali kemampuan literasi digital agar tidak mudah mempercayai, apalagi turut menyebarkan, informasi yang belum teruji kebenarannya.

Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengatakan, kemampuan menguasai teknologi harus berjalan beriringan dengan kemampuan berpikir kritis. AI, menurut dia, memiliki banyak manfaat apabila digunakan secara tepat, terutama untuk mendukung proses belajar dan mengembangkan kreativitas.

“AI memiliki banyak manfaat, terutama untuk mendukung pembelajaran dan kreativitas. Namun, pelajar juga harus memahami risiko penyalahgunaannya. Jangan sampai teknologi justru digunakan untuk menyebarkan informasi yang tidak benar atau merugikan orang lain,” kata Samel di Mapolres Demak, Jumat (4/9/2026).

Menurut Samel, tantangan literasi digital semakin kompleks karena teknologi AI mampu menghasilkan atau memodifikasi berbagai bentuk konten. Foto, video, hingga suara seseorang dapat direkayasa sehingga sulit dibedakan dari materi asli.

Konten semacam itu berpotensi digunakan untuk menyebarkan informasi palsu, melakukan penipuan, mencemarkan nama baik, maupun membentuk persepsi publik terhadap seseorang atau suatu peristiwa.

“Sekarang sebuah foto, video, bahkan suara bisa dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat dan terdengar seperti asli. Karena itu, jangan menjadikan apa yang kita lihat di media sosial sebagai kebenaran tanpa melakukan pengecekan,” ujarnya.

Karena itu, Polres Demak mendorong pelajar membangun kebiasaan melakukan verifikasi sebelum mempercayai maupun membagikan informasi. Langkah sederhana dapat dimulai dengan memeriksa sumber konten, melihat konteks informasi, membandingkannya dengan sumber lain, serta tidak terburu-buru menyebarkan materi yang belum jelas kebenarannya.

Sikap kritis tersebut dinilai semakin penting di tengah pola penyebaran informasi melalui media sosial yang berlangsung cepat. Satu konten yang belum terverifikasi dapat menyebar luas sebelum fakta sebenarnya diketahui.

Namun, Samel menekankan bahwa AI tidak semestinya hanya dipandang sebagai ancaman. Teknologi tersebut juga dapat menjadi sarana produktif bagi pelajar, mulai dari membantu memahami materi pelajaran, mencari referensi, mengembangkan ide, hingga menunjang kreativitas.

Yang perlu dijaga, kata dia, adalah kemampuan manusia untuk tetap berpikir mandiri. Kemudahan teknologi jangan sampai membuat pelajar menyerahkan seluruh proses berpikir kepada mesin.

“Teknologi adalah alat. Yang paling penting adalah bagaimana kita menggunakannya secara bijak, bertanggung jawab dan tetap menjunjung etika. Kami ingin pelajar menjadi generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga cerdas dalam menggunakannya,” pungkasnya.

Bagi Polres Demak, literasi digital bukan sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi. Lebih jauh, kemampuan tersebut merupakan bekal agar generasi muda mampu menjadi pengguna informasi yang kritis, bertanggung jawab, sekaligus tidak mudah terjebak dalam arus konten digital yang semakin sulit dibedakan antara fakta dan rekayasa.

(Ganang)

Lebih baru Lebih lama

MEDIA ONLINE TERUPDATE DAN TERPERCAYA