SURAKARTA || sidikutama.my.id - Pasar Rakyat dan Budaya (Pasar Raya) ke-3 yang digelar Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) mencatat capaian positif dengan mengundang 19.256 pengunjung selama pelaksanaan pada 20–31 Juli 2026. Antusiasme masyarakat tersebut menunjukkan tingginya minat terhadap kegiatan seni, budaya, dan ekonomi kreatif di Jawa Tengah.
Mengusung tema "Road to Harmony of Java, Gumregut Nyawiji", Pasar Raya menghadirkan 61 kelompok seni pertunjukan dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Selain itu, acara juga dimeriahkan penampilan 10 kelompok seni lesung, lima kelompok barongsai, lima kelompok reog, serta 20 grup band.
Di bidang seni rupa, pengunjung disuguhkan 100 karya lukis, 15 karya instalasi, dan tiga karya patung. Sementara sektor ekonomi kreatif diperkuat melalui kehadiran 25 stan UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan lokal.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, AR Hanung Triyono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh seniman, pelaku UMKM, komunitas, panitia, serta masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Pasar Raya.
Menurut Hanung, konsistensi penyelenggaraan selama tiga tahun berturut-turut menjadi modal penting untuk meningkatkan skala kegiatan. Karena itu, pihaknya akan mendorong agar Pasar Raya TBJT diusulkan sebagai bagian dari Kalender Event Nusantara, sehingga memiliki daya jangkau promosi yang lebih luas dan mampu menarik lebih banyak wisatawan.
"Harapannya, Pasar Raya tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan di Jawa Tengah, tetapi juga menjadi salah satu agenda nasional yang mampu memperkuat ekosistem seni, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif," katanya.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menjadikan kebudayaan sebagai salah satu penggerak utama pariwisata berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.
(Ganang)
