MEDIA ONLINE SIDIKUTAMA.MY.ID SELAMAT ULANG TAHUN KE 3 17 AGUSTUS 2026 - SIDIKUTAMA.MY.ID | BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA | MEDIA TV 📺 ONLINE Wakil Wali Kota Semarang Dukung Anak-anak Nguri-uri Budaya Jawa

Wakil Wali Kota Semarang Dukung Anak-anak Nguri-uri Budaya Jawa


SEMARANG || Upaya mengenalkan budaya Jawa kepada generasi muda mendapat dukungan Pemerintah Kota Semarang. Anak-anak dinilai perlu diberi ruang untuk mengenal dan mengembangkan seni tradisional sejak dini agar tumbuh menjadi generasi maju tanpa kehilangan akar budayanya.

Pesan tersebut mengemuka dalam Pagelaran Karawitan dan Pedalangan Sindhu Laras Bocah di Gedung Sri Budoyo, Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Semarang.

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada Sindhu Laras Bocah yang telah mengajak anak-anak terlibat langsung dalam kegiatan seni dan budaya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Sindhu Laras Bocah. Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan. Anak-anak ini adalah generasi emas yang memiliki bakat luar biasa sekaligus mau menjaga budaya kita,” ujarnya.

Menurutnya, kecintaan terhadap budaya perlu ditanamkan sejak masa kanak-kanak. Dengan begitu, kemajuan teknologi dan perkembangan zaman tidak membuat generasi muda melupakan identitas serta nilai budaya yang dimiliki.

Ia berharap anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut terus mengembangkan kemampuan dan mengejar cita-cita. Seni budaya, menurutnya, dapat menjadi salah satu ruang positif untuk membentuk karakter sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri.

“Cita-cita kita tentu anak-anak ini menjadi generasi yang maju. Terus belajar, terus berkarya, jaga kesehatan, dan nantinya bisa membawa nama baik Kota Semarang,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Sindhu Laras Bocah Dananjaya Gesit mengatakan, kegiatan tersebut memang dirancang sebagai bagian dari upaya nguri-uri budaya Jawa dengan melibatkan anak-anak sejak usia dini.

Dananjaya melihat tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya. Kehadiran telepon seluler dan berbagai konten digital membuat anak memiliki banyak pilihan aktivitas. Karena itu, diperlukan kegiatan positif yang mampu mengarahkan waktu dan perhatian mereka.

“Kami ingin nguri-uri budaya Jawa sejak dini. Anak-anak sekarang tidak bisa lepas dari handphone. Karena itu, kami memberikan alternatif kegiatan yang positif melalui karawitan dan pedalangan, supaya mereka tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif dari handphone,” jelasnya.

Menurut Dananjaya, mengenalkan budaya sejak kecil bukan hanya bertujuan mencetak seniman muda. Lebih dari itu, anak-anak diharapkan memahami nilai-nilai kebersamaan, kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian dan kecintaan terhadap lingkungan budaya mereka.

“Harapannya, kalau budaya sudah dikenalkan sejak dini, generasi muda kita ke depan menjadi lebih bagus. Mereka boleh mengikuti perkembangan zaman, tetapi tetap mengenal dan mencintai budayanya sendiri,” katanya.

Pagelaran tersebut sekaligus menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan hasil proses belajar mereka. Dengan penuh antusias, mereka memainkan alat musik tradisional dan menampilkan seni pedalangan di hadapan penonton.

Keceriaan anak-anak di atas panggung menjadi gambaran bahwa seni tradisional masih memiliki tempat di tengah kehidupan generasi digital. Ketika diberikan ruang yang tepat, budaya Jawa dapat hadir bukan sebagai sesuatu yang kuno, melainkan sebagai aktivitas yang menyenangkan dan membangun karakter.

Bagi Sindhu Laras Bocah, menjaga budaya berarti mempersiapkan generasi penerus. Budaya yang dikenalkan sejak kecil diharapkan menjadi bekal agar anak-anak mampu melangkah mengikuti kemajuan zaman tanpa kehilangan jati diri.

(Ganang)
Lebih baru Lebih lama

MEDIA ONLINE TERUPDATE DAN TERPERCAYA