MEDIA ONLINE SIDIKUTAMA.MY.ID SELAMAT ULANG TAHUN KE 3 17 AGUSTUS 2026 - SIDIKUTAMA.MY.ID | BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA | MEDIA TV 📺 ONLINE Polres Demak Selidiki Kematian Pelajar dengan Luka Tusuk di Dada

Polres Demak Selidiki Kematian Pelajar dengan Luka Tusuk di Dada


DEMAK || Seorang pelajar berinisial MS (15) meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk di bagian dada. Polisi masih menyelidiki peristiwa yang menimpa pelajar MA Annur Bakalrejo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, tersebut.

Kasus itu terungkap setelah MS dibawa ke Charlie Hospital Karangtengah pada Rabu (9/9/2026). Korban diantar oleh dua orang yang menyampaikan kepada pihak rumah sakit bahwa MS mengalami kecelakaan.

Keterangan tersebut kemudian menimbulkan kecurigaan tenaga medis. Dokter yang memeriksa korban menemukan luka pada bagian dada yang dinilai tidak sesuai dengan cedera akibat kecelakaan, melainkan menunjukkan ciri luka akibat benda tajam.

Temuan itu kemudian dilaporkan kepada kepolisian. Petugas Polsek Karangtengah langsung melakukan pemeriksaan untuk mengetahui peristiwa yang sebenarnya terjadi.

Kasi Humas Polres Demak Iptu Rudi Tri Sayogo mengatakan kondisi korban terus menurun meski telah mendapatkan penanganan medis. MS akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

“Dokter jaga curiga karena luka pada korban tidak menggambarkan sebuah kecelakaan, tetapi akibat senjata tajam,” kata Rudi, Kamis (10/9/2026).

Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah MS dibawa ke RSUD Sunan Kalijaga Demak untuk menjalani autopsi. Pemeriksaan forensik menemukan luka pada dada korban cukup dalam hingga menembus organ dalam, termasuk jantung.

Luka tersebut menyebabkan pendarahan hebat yang akhirnya mengakibatkan korban meninggal dunia.

Polisi selanjutnya memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi kejadian. Dua orang yang membawa korban ke rumah sakit juga diperiksa guna mengetahui dari mana dan dalam kondisi seperti apa korban ditemukan.

Selain keterangan saksi, penyidik mendalami informasi mengenai dugaan tantangan duel yang sebelumnya beredar melalui media sosial.

Dari penyelidikan awal, polisi menduga peristiwa tersebut berkaitan dengan dua kelompok. Namun, penyidik masih menelusuri bagaimana komunikasi kedua kelompok tersebut berlangsung, termasuk waktu dan lokasi pertemuan yang diduga menjadi tempat terjadinya duel.

Petugas juga menemukan barang bukti berupa senjata tajam jenis sabit atau celurit dalam kondisi patah di lokasi yang diduga berkaitan dengan kejadian. Adapun senjata yang diduga digunakan oleh pihak lainnya masih dicari.

Rudi mengatakan, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap seluruh informasi yang diperoleh. Polisi belum menyimpulkan secara final motif maupun pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Kami masih mendalami keterangan para saksi, termasuk informasi terkait tantangan melalui media sosial, waktu dan lokasi kejadian, serta senjata yang digunakan. Penyidik masih bekerja untuk mengungkap secara utuh peristiwa ini,” ujar Rudi.

(Ihwan)

Lebih baru Lebih lama

MEDIA ONLINE TERUPDATE DAN TERPERCAYA