MEDIA ONLINE SIDIKUTAMA.MY.ID SELAMAT ULANG TAHUN KE 3 17 AGUSTUS 2026 - SIDIKUTAMA.MY.ID | BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA | MEDIA TV 📺 ONLINE Polres Demak Bekali Pelajar Literasi AI untuk Tangkal Hoaks

Polres Demak Bekali Pelajar Literasi AI untuk Tangkal Hoaks


DEMAK || Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membawa peluang sekaligus tantangan bagi pelajar. Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan menggunakan AI perlu diimbangi kecakapan memilah informasi agar teknologi tidak justru menjadi sarana penyebaran hoaks.

Kesadaran tersebut menjadi perhatian Polres Demak melalui Program Paham AI Quick Wins Presisi Triwulan III 2026. Sebanyak 52 siswa SMA Negeri 1 Dempet, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mengikuti pelatihan literasi AI yang berlangsung di Laboratorium Komputer sekolah tersebut, Senin (7/9/2026).

Kegiatan diberikan oleh Trainer AI Polres Demak dengan materi yang tidak hanya memperkenalkan teknologi AI, tetapi juga menekankan aspek etika, kemampuan berpikir kritis, serta cara mengenali informasi yang belum terverifikasi.

Kasubbagbinkar Bag SDM Polres Demak AKP Mardiati mengatakan, perkembangan AI harus diikuti dengan pemahaman yang memadai, khususnya di kalangan pelajar. Menurut dia, AI dapat menjadi alat bantu pembelajaran, tetapi pada saat yang sama dapat disalahgunakan untuk membuat dan menyebarkan informasi yang menyesatkan.

"Pelajar tidak cukup hanya bisa menggunakan AI. Mereka juga harus memahami etika, mampu berpikir kritis, dan dapat membedakan informasi yang benar dengan informasi yang belum terverifikasi," kata Mardiati.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan Introduction to AI, yang membahas konsep dan pemahaman dasar mengenai kecerdasan buatan. Materi berikutnya, Ethical Use of AI, menekankan etika dan tanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.

Aspek literasi informasi menjadi perhatian dalam materi Fighting Hoax with AI. Para siswa diperkenalkan pada pemanfaatan AI untuk membantu mengidentifikasi informasi yang berpotensi hoaks. Namun, penggunaan teknologi tersebut tetap harus disertai proses verifikasi terhadap sumber dan kebenaran informasi.

"AI bisa membantu kita mendapatkan dan mengolah informasi, tetapi bukan berarti semua jawaban yang diberikan AI otomatis benar. Tetap diperlukan sikap kritis dan verifikasi," ujar Mardiati.

Selain itu, peserta mendapatkan materi AI Prompts 101. Materi tersebut memberikan pemahaman dasar mengenai cara menyusun prompt agar perintah yang diberikan kepada AI lebih jelas dan menghasilkan keluaran yang sesuai dengan kebutuhan.

Pelatihan berlangsung secara interaktif. Selain penyampaian materi, siswa mengikuti post-test pada setiap modul untuk mengukur tingkat pemahaman mereka. Trainer AI Polres Demak juga menghadirkan cerita interaktif serta memperkenalkan berbagai fitur AI yang dapat dimanfaatkan dalam aktivitas belajar.

Sesi tanya jawab menjadi bagian lain dari kegiatan. Para siswa diberi ruang untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus mendiskusikan pengalaman dan persoalan yang mereka temui dalam menggunakan teknologi AI.

Mardiati menilai, kemampuan memahami AI semakin penting seiring perubahan pola belajar dan komunikasi di ruang digital. Karena itu, kecakapan teknologi harus berjalan beriringan dengan literasi informasi.

"Harapannya, para siswa menjadi generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga cerdas dan bertanggung jawab dalam menggunakannya. Jangan sampai teknologi digunakan untuk menyebarkan hoaks, melakukan manipulasi informasi, atau merugikan orang lain," katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Demak mendorong pelajar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran untuk memeriksa informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya. Di tengah kemajuan AI yang semakin cepat, kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu benteng penting menghadapi banjir informasi di ruang digital.

(Ganang)

Lebih baru Lebih lama

MEDIA ONLINE TERUPDATE DAN TERPERCAYA